“Tanpa teori revolusioner, tak mungkin ada gerakan revolusioner. Tidak cukup hanya bertahan pada pikiran ini pada waktu pengkotbahan oportunisme yang sedang menjadi mode itu berpadu dengan kegila-gilaan pada bentuk-bentuk aktivitas praktis yang sesempit-sempitnya.”
Rubrik ini menjadi medan pengasahan akal dan pembaruan kesadaran. Di sini, kami menggali teori sebagai senjata untuk membaca dunia, bukan sekadar untuk dipajang di rak buku. Dalam konteks perjuangan Marhaenisme yang berpijak pada pemikiran Soekarno dan semangat pembebasan kaum tertindas, teori bukan kemewahan akademis, melainkan fondasi praksis yang insyaf akan arah dan tujuan.
oleh Redaksi
Oleh: Terang Bintang Merah