Setidaknya sejak 'Zaman Bergerak'—yakni, perawalan abad kedua puluh—harian surat kabar telah menjadi medan pertempuran ideologis. Di mana gagasan bertemu gagasan beradu mencari penyokongnya dikalangan terpelajar (literate). Sejak periode awal pula—saat "sang pemula", kalau ikut bahasanya Pram, masih bercengkrama—Sukarno sebenarnya telah mulai aktif menulis. Pada usianya yang belasan tahun itu, yakni pada tahun 1911, tercatat ia menulis untuk satu surat kabar untuk pertama kalinya.