Pada suatu ketika, di tahun 1928, Sukarno menuliskan sebuah artikel di Suluh Indonesia Muda berjudul “Melihat-Kemuka!” Dalam tulisan tersebut, ia berkata:
“Nasib tjelaka jang diderita oleh rakjat Indonesia berabad-abad lamanja, nasib tak merdeka jang ia derita turun-temurun, nasib ini hampir-hampir sudahlah membinasakan sama-sekali harapan dan kepertjajaan [atas diri sendiri] . . . Tak sedikitlah bangsa kita jang tiada harapan sama-sekali; tak sedikitlah bangsa kita jang berputus-asa; tak sedikit pulalah jang dalam kegelapan dan kebingungannja didjangkiti oleh maatschappelijk dan geestelijk nihilisme [nihilisme sosial dan mental ---redaksi].”
Harapan dan kepercayaan pada diri yang dilihat Sukarno tak hadir, berganti jubah menjadi apa yang ia sebut nihilisme sosial dan mental/eksistensial. Yakni, kondisi dimana pada banyak orang dimana orientasi tujuan bersama serta makna diri sebagai manusia digantikan dengan pandangan yang terjebak dalam kabut kelam. Hilang makna-makna baginya.
MELIHAT-KEMUKA! adalah media yang hadir dengan spirit untuk menghantam kekacauan pandangan orientasi tujuan bersama bangsa Indonesia dari kabut-tebal yang menyesatkan arah. Dengan semangat yang sama seperti tujuan Sukarno menulis tulisan itu. Yakni, dengan tujuan untuk menekankan pentingnya memahami letak semangat kolektif yang jernih dan terang melihat cita-cita emansipatoris kita. Sebab, semangat yang kokoh datang dari pemahaman yang mendalam, dan yang ditelisik secara ilmiah dan hati-hati, atas realitas yang ada.
MELIHAT-KEMUKA! hadir sebagai kanal media ideologi Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Jakarta Selatan yang menyokong cita-cita terbangunnya Sosialisme a la Indonesia berbasiskan pendekatan Marhaenisme 'Revolusioner'; berdasarkan pendekatan analisis kelas. Dengannya, setiap tulisan yang dimuat di sini dikurasi berdasarkan keterhubungannya dengan dasar-dasar tersebut. Oleh karenanya, tulisan memang tidak mesti secara langsung menggunakan pendekatan yang sama persis; kami tetap terbuka pada kebebasan berpikir dan perdebatan gagasan. Hanya saja, dan harus ditekankan, kurasi atas tulisan yang dikirimkan secara jelas hanya mungkin lolos jika dalam ruang lingkup pembahasan dalam kaitan menyokong tujuan dan maksud MELIHAT-KEMUKA! sendiri.
Kanal media kami terbagi atas tiga rubrik: Sejarah, Teori, Perjuangan. Sejarah adalah rubrik yang berkenaan dengan ulasan-ulasan historis; interpretasi tentang peristiwa/kondisi/situasi pada masa lampau. Teori adalah rubrik yang berkenaan dengan ulasan yang bersifat uraian teoretis. Perjuangan adalah rubrik berkenaan dengan ulasan praktek perjuangan; bisa berupa pengalaman perjuangan tertentu di satu lokasi tertentu (seperti pengorganisasian advokasi penggusuran), aksi-aksi; mengedepankan penjelasan tentang tuntutan dan tujuan serta dasar-dasar mengapa terjadinya pengalaman perjuangan yang dimaksud.
---Redaksi
Terang Bintang Merah
Vidha